Saya sering makan jamur, yang dimasak dalam berbagai macam masakan tetapi gak pernah tahu pembudidayaannya bagaimana. Sampai pada waktu itu ada teman lama menelepon saya, menginformasikan kalau sudah berhenti bekerja dan sekarang menggeluti usaha budidaya jamur. Saya membayangkan dulu ia digaji, sekarang gak digaji lagi tapi bisa hidup karena jamur,,, penasaran akhirnya saya kunjungi lokasi budidayanya didaerah Sukabumi.
Rupanya dia gak cuma menjual jamur sebagai hasil budidayanya tetapi juga melakukan pembibitan, pembuatan baglog sampai pemasarannya. Satu baglog (sudah mengandung bibit) dia jual Rp. 2000,- baik untuk jamur tiram atau jamur kuping. Cara perawatannyapun mudah-mudah saja koq, cukup taruh ditempat yg. teduh, dan rajin-rajinlah semprot dengan air dengan menggunakan sprayer. Penasaran...akhirnya saya pesan 20 baglog jamur tiram. Dalam waktu 2 minggu keluarlah pinhead (jamur-jamur kecil), terus kita semprot paling tidak 2 x sehari, dalam beberapa hari akhirnya jamur membesar dan siap petik. Oleh istri saya hasilnya diolah menjadi bahan tambahan untuk berbagai macam masakan, spt. cap-cay,sup,tumis,nasi goreng dll. serta jamur tiram tsb. dengan bumbu-bumbu tertentu digoreng menjadi cemilan, rasanya uenak juga. Setelah petik pertama, jamur-jamur akan tumbuh lagi dalam jangka waktu kurang lebih 2-3 minggu kemudian, hal ini berulang lagi sampai tumbuh yang terakhir yaitu yang ketiga kalinya.