Tinggal hampir sebulan lagi hajatan paling akbar di negeri ini bakal di ramein, Hajatan yang namanya Pemilu bakal dirayain besar-besaran dengan anggaran yang jumlahnya ga sedikit itu selalu membuat repot para petinggi Parpol.

Gimana engga, Pesta besar itu nantinya akan terselenggara dalam 3 babak, babak pertama pemilu untuk Caleg, babak kedua untuk Parpol, dan babak ketiga untuk "pemimpin" tertinggi di negeri ini.

Yang membuat miris hati ini, ada segelintir "oknum" caleg yang memilih caranya biar kepilih dengan cara-cara yang "Gebleg", lho kok gebleg?, lha iya toh, lha wong bukan menyambangi rakyat supaya tertarik hatinya agar memilihnya nanti di pemilu, eh..... malah mendatangi tempat-tempat keramat, datengin dukun, paranormal, dll, dsb. biar punya daya tarik secara "gaib".ck..ck..ck..ck..hebat..hebat..

Setidaknya itulah benang merah motivasi segelintir caleg di negeri ini, bagaimana caranya biar terkenal, biar "nyonyor" asal "kesohor".

Sudah semestinya para calon legislatif mempunyai program untuk pembelajaran politik bagi rakyat yang nanti bakal dipimpinnya. Nantinya rakyat-pun akan sadar bahwa mereka tidak akan salah dalam memilih wakil-wakilnya nanti, mereka juga akan tahu bahwa dengan memilih mereka, harapan hidup di negeri kaya di zamrud khatulistiwa ini, setidaknya ada harapan untuk memperbaiki nasibnya. Tentunya pilihan ada di tangan rakyat. Itulah Demokrasi.

Semoga bermanfaat,



Artikel yang berhubungan: